Rabu, 15 Februari 2012

GPS. Gombal Positioning System

8 Februari 2012 saya dan tetangga ngegowes menuju Pantai tanjungpakis, Karawang Utara. Sebuah tempat yang bagi orang Jakarta sangat anta-berantah.
Sebagai orang yang sadar teknologi, saya sangat yakin dengan GPS.
Kebetulan saya termasuk orang yang malas bertanya kalo di jalan.
Rencana rute yang saya ambil adalah: Ujung Harapan - Babelan - Pantai Hurip - Pantai Harapan Jaya - Pakis Jaya - Pantai Tanjung Pakis.
20 km pertama so far - so good.
GPS berhasil menuntun kami ke arah yang benar.
Tapi ketika masuk wilayah Pantai Hurip jalan yang tadinya on-road tiba-tiba menjadi off-road.
Suasananya juga udah mulai mistis (paling gak itu yang saya rasakan).
Rumah udah mulai jarang.
Yang ada rawa-rawa/ilalang.
Apalagi cuacanya mendung kelabu diiringi gerimis kecil.
Kami berhenti sebentar untuk cek GPS.
Masih on track. Menuju ke etape selanjutnya, Pantai Harapan Jaya.
Kami terus ngegowes...dan jalan ternyata semakin nggak jelas.
Semakin mengecil seperti jalan setapak dan lumpur semakin mengental.
Kami berhenti lagi untuk cek GPS.
Ternyata jalan yang kita lalui hilang dari layar GPS. Alias tidak terdeteksi!
Hati udah mulai dag-dig-dug...
Dengan sisa optimisme yang ada kami terus ngegowes.
Akhirnya mulai ada tanda-tanda kehidupan.
Kami memasuki daerah tambak (tauk tambak apa - udang kali).
Di sebuah warung kecil kita istirahat.
Akhirnya kami tanya juga ke pemilik warung arah ke Pantai Tanjungpakis.
Dia kaget dengan pertanyaan kita.
Dengan logat Betawi Ora (pinggiran) dia bilang kalo kita kesasar sangat...sangat jauuuh.
Yang seharusnya kita menuju utara, kami malah melambung ke arah barat daya.
Saya cuma tertunduk lesu mendengarnya.
Jarak yang udah kami tempuh kurang lebih 25-30km.
Menurut pemilik warung jarak ke Tanjungpakis dari situ kurang lebih 50km!!!!
Kami sepakat untuk ngegowes pulang aja.

Kesimpulannya, saya gak tau apakah penyebabnya human error (saya ga bisa ngebaca GPS) atau technology error (satelitnya lagi kena badai matahari 'kali). Yang jelas kalimat bijak basi masih sangat berlaku..."malu bertanya sesat dijalan".

Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar