Minggu, 26 Februari 2012

Setu Babakan. Cagar kampung Betawi.

Sabtu, 25 Februari 2012. 5:30 am.

3 anggota KSK (Pak Kamdi, Pakde Polo, Andri) membulatkan tekad untuk ngegowes ke Situ Babakan di ujung selatan Jakarta. Tepatnya di Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.
Situ Babakan ini adalah sebuah danau (dalam Bahasa Sunda 'Situ' berarti danau). Yang istimewa dari situ ini adalah adanya Pusat Perkampungan Betawi. Bersukur kita masih ada yang mau mikirin pelestarian budaya seperti ini.
Jarak dari rumah (Kelapa Gading Barat) ke Situ Babakan kurang lebih 30km. Melalui jalur Jl Jend. Ahmad Yani - Jl Jend DI Panjaitan - Cawang - Dewi Sartika - Kalibata - Pasar Minggu - Lenteng Agung - Srengseng Sawah.

Start 5:30am. Masih gelap jam segini?!


Pagi buta sudah mulai mengais rejeki



Duo Kumis menikmati matahari pagi di Jatinegara. 


Rambu-demi rambu.


Pagi-pagi udah ada kecelakaan. Kesian anaknya shock.



Sungai Ciliwung di Kalibata

Makam Pahlawan Kalibata. 
Semoga amal ibadah Anda semua diterima Allah SWT. 
Amin.


Baru tau kalo di TMP Kalibata ada kijang.
Banyak penjual wortel khusus untuk ngasih makan kijang-kijang ini.


Underpass Pasar Minggu. Cukup landai, gak bikin capek.


Sampai lokasi. Sekitar jam 8:45 am.
Total jarak 30km. Waktu tempuh 2 jam 45 menit.


Cuaca cukup cerah di Situ Babakan.


Pintu air di sudut Situ.


Minuman standar dimanapun dan kemanapun
setelah ngegowes. Campur jeruk nipis. Mak nyoss!


Duo Kumis berpose sebelum pulang.

Pintu belakang Situ babakan.

Langsung dihadang kemacetan di Jalan Lenteng Agung

Nunggu kereta lewat di perempatan Tanjung Mas. 


Panas nan terik di Cawang. Sekitar 11:30 am.

Istirohat sebentar ngademin muka yang terbakar



Rabu, 15 Februari 2012

Gak Semua Tentang Gowes :)

Belum tentu ada kaos yang nyamain di seluruh jagad raya ini.
Hobi selain ngegowes.




















GPS. Gombal Positioning System

8 Februari 2012 saya dan tetangga ngegowes menuju Pantai tanjungpakis, Karawang Utara. Sebuah tempat yang bagi orang Jakarta sangat anta-berantah.
Sebagai orang yang sadar teknologi, saya sangat yakin dengan GPS.
Kebetulan saya termasuk orang yang malas bertanya kalo di jalan.
Rencana rute yang saya ambil adalah: Ujung Harapan - Babelan - Pantai Hurip - Pantai Harapan Jaya - Pakis Jaya - Pantai Tanjung Pakis.
20 km pertama so far - so good.
GPS berhasil menuntun kami ke arah yang benar.
Tapi ketika masuk wilayah Pantai Hurip jalan yang tadinya on-road tiba-tiba menjadi off-road.
Suasananya juga udah mulai mistis (paling gak itu yang saya rasakan).
Rumah udah mulai jarang.
Yang ada rawa-rawa/ilalang.
Apalagi cuacanya mendung kelabu diiringi gerimis kecil.
Kami berhenti sebentar untuk cek GPS.
Masih on track. Menuju ke etape selanjutnya, Pantai Harapan Jaya.
Kami terus ngegowes...dan jalan ternyata semakin nggak jelas.
Semakin mengecil seperti jalan setapak dan lumpur semakin mengental.
Kami berhenti lagi untuk cek GPS.
Ternyata jalan yang kita lalui hilang dari layar GPS. Alias tidak terdeteksi!
Hati udah mulai dag-dig-dug...
Dengan sisa optimisme yang ada kami terus ngegowes.
Akhirnya mulai ada tanda-tanda kehidupan.
Kami memasuki daerah tambak (tauk tambak apa - udang kali).
Di sebuah warung kecil kita istirahat.
Akhirnya kami tanya juga ke pemilik warung arah ke Pantai Tanjungpakis.
Dia kaget dengan pertanyaan kita.
Dengan logat Betawi Ora (pinggiran) dia bilang kalo kita kesasar sangat...sangat jauuuh.
Yang seharusnya kita menuju utara, kami malah melambung ke arah barat daya.
Saya cuma tertunduk lesu mendengarnya.
Jarak yang udah kami tempuh kurang lebih 25-30km.
Menurut pemilik warung jarak ke Tanjungpakis dari situ kurang lebih 50km!!!!
Kami sepakat untuk ngegowes pulang aja.

Kesimpulannya, saya gak tau apakah penyebabnya human error (saya ga bisa ngebaca GPS) atau technology error (satelitnya lagi kena badai matahari 'kali). Yang jelas kalimat bijak basi masih sangat berlaku..."malu bertanya sesat dijalan".

Salam.

KSK goes to Katulampa, Bogor.










pantai tanjungpakis

Start dari Candrabaga

Gak nyangka ada mesjid bagus 

Matahari pagi menuju Babelan

Mas Ade masih bisa senyum...siang nanti bakal meringis dia :)

Narsis dikit ah

Persawahan di Babelan

Rem sepeda Pak Kamdi rusak. Lokasi di SPBU Babelan


Bangkai kapal di CBL, Babelan.

Nyarap mi instan. Lokasi di desa Suka Indah.

Believe it or not! 14 jam ngegowes hanya ini kalori yang masuk perut!

Ngaso di warung seputaran desa Suka Indah. Perjalanan masih sekitar 35km lagi.

Desa demi desa yang kami tempuh.

At last!!! Pakistanjung Beach.

Foto dulu sebelum pulang (dengan sisa tenaga seadanya)